Tanah Longsor

15 Des

Renungan Buat Kita

Kita hanya menjalankan perintahNya untuk menjaga alam ini dengan kondisi sebaik mungkin. Alam dibuat dalam kondisi seimbang, dimana kita semestinya memahami dan mengerti ketika ada perubahan fungsi alam disekitar kita atau alam menunjukan perubahan seperti pergeseran tanah, amblas, longsor, banjir, atau kerusakan lainnya. Perawatan lahan akan menjadi lebih baik apabila memahami dan mau belajar untuk terus menjaganya. Penempatan tempat tinggal yang dapat dijadikan hunian nyaman tanpa harus mengabaikan kepentingan kita dengan meminimalisir kemungkinan kerusakan lahan.

Pemakaan kehendak karena kebutuhan dan kondisi yang menuntut untuk menggunakan lahan dan alam menjadikan kita akan mengalami kerugian kelak juga kerugian generasi kita. Kesadaran dalam pemanfaatan alam dengan meningkatkan pengetahuan akan fungsi lahan disertai ilmu tata ruang pemukiman tentunya akan berdampak lestari dan kenyamanan kita.

longsor (1)

Tanah longsor
Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah.
Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.
Faktor Penyebab Tanah Longsor
Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tanah longsor antara lain :
1. Hujan
Intensitas hujan yang semakin meningkat akan memperbesar peluang terjadinya tanah longsor. Pada saat musim kemarau, air yang terkunci di dalam tanah akan menguap dalam jumlah yang cukup besar. Hal ini kemudian meninggalkan permukaan tanah dalam keadaan berongga atau berpori yang dalam keadaan tertentu akan berujung pada retakan tanah. Pada saat masuk musim penghujan, air kemudian akan memenuhi retakan pada tanah. Selanjutnya tanah akan mengembang/merekah. Namun hal ini kemudian berbuntut pada munculnya gerakan lateral sebab air terakumulasi pada bagian dasar lereng. Kondisi ini rawan longsor terlebih pada lokasi tersebut jarang terdapat pepohonan sebagai penyerap air dan pengikat tanah.

2. Lereng terjal
Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Berdasarkan penelitian ahli, kebanyakan wilayah yang mengalami tanah longsor adalah titik dengan kemiringan mencapai sudut 180 derajat dengan ujung lereng terjal dan bidang longoran yang mendatar.

Longsor (5)

3. Tanah yang kurang padat dan tebal
Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 meter dan sudut lereng > 220. Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor, terutama bila terjadi hujan. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek jika terkena air dan pecah jika udara terlalu panas.

4. Batuan yang kurang kuat
Bebatuan yang kurang kuat juga turut menjadi faktor penyebab tanah longsor. Tanah dengan campuran pasir, keirkil, dan sedikit lempung sangat mudah mengalami pelapukan dan rentan longsor.

galian tanah (2)

5. Jenis tata lahan
Umumnya tanah yang dimanfaatkan sebagai ladang, persawahan, tambang dan lain-lain akan mengalami penurunan kualitas seperti lembek serta cenderung jenuh pada air. Kondisi ini akan membuat tanah rentan longsor. Umumnya tanah yang dimanfaatkan sebagai ladang, persawahan, tambang dan lain-lain akan mengalami penurunan kualitas seperti lembek serta cenderung jenuh pada air. Kondisi ini akan membuat tanah rentan longsor.

6. Getaran
Getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempabumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalulintas kendaraan. Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak.

7. Susut muka air danau atau bendungan
Kondisi ini bisa menjadi biang tanah longsor sebab gaya penahan pada lereng hilang. Kondisi ini kemudian diperparah dengan kemiringan waduk atau danau.

8. Adanya beban tambahan
Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah.

9. Pengikisan/erosi
Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal. Penyebab tanah longsor yang satu ini tentu sudah familiar. Kita sudah paham betul bahwa salah satu fungsi pepohonan adalah untuk mengunci tanah. Apabila suatu wilayah pegunungan atau lereng botak nyaris tak berpohon, dalam kondisi musim penghujan ia akan mudah longsor.

longsor (4)

10. Adanya material timbunan pada tebing
Untuk mengembangkan dan memperluas lahan pemukiman umumnya dilakukan pemotongan tebing dan penimbunan lembah. Tanah timbunan pada lembah tersebut belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada di bawahnya. Sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah.

11. Bekas longsoran lama
Longsoran lama umumnya terjadi selama dan setelah terjadi pengendapan material gunung api pada lereng yang relatif terjal atau pada saat atau sesudah terjadi patahan kulit bumi. Bekas longsoran lama memilki ciri:
• Adanya tebing terjal yang panjang melengkung membentuk tapal kuda.
• Umumnya dijumpai mata air, pepohonan yang relatif tebal karena tanahnya gembur dan subur.
• Daerah badan longsor bagian atas umumnya relatif landai.
• Dijumpai longsoran kecil terutama pada tebing lembah.
• Dijumpai tebing-tebing relatif terjal yang merupakan bekas longsoran kecil pada longsoran lama.
• Dijumpai alur lembah dan pada tebingnya dijumpai retakan dan longsoran kecil.
• Longsoran lama ini cukup luas.

12. Adanya bidang diskontinuitas (bidang tidak sinambung)
Bidang tidak sinambung ini memiliki ciri:
• Bidang perlapisan batuan
• Bidang kontak antara tanah penutup dengan batuan dasar
• Bidang kontak antara batuan yang retak-retak dengan batuan yang kuat.
• Bidang kontak antara batuan yang dapat melewatkan air dengan batuan yang tidak melewatkan air (kedap air).
• Bidang kontak antara tanah yang lembek dengan tanah yang padat.
• Bidang-bidang tersebut merupakan bidang lemah dan dapat berfungsi sebagai bidang luncuran tanah longsor.

13. Penggundulan hutan
Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimana pengikatan air tanah sangat kurang.

hutan gundul

14. Daerah pembuangan sampah
Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor apalagi ditambah dengan guyuran hujan.
Mungkin penyebab yang satu ini di luar pemikiran Anda. Tapi kebiasaan masyarakat yang gemar membuang sampah di wilayah lereng bisa menjadi penyebab tanah longsor. Mengapa? Sebab sampah yang dibuang perlahan masuk ke dalam lapisan tanah dan membuatnya tidak solid alias rapuh. Kondisi ini akan mudah longsor terlebih di musim penghujan.

Pembuangan Limbah (3)

15. Tambang dapat berakibat adanya perubahan kondisi tanah/alam, hal ini dapat mengakibatkan tanah bergerak atau bergeser/longsor.

16. Pelarutan batuan di bawah tanah. Akan mengakibatkan tanah reta dan amblas.

Yang perlu diperhatikan kita dalam upaya mengurangi bahaya longsor adalah :
• Jangan mencetak sawah dan membuat kolam pada lereng bagian atas di dekat pemukiman.
• Buatlah terasering (sengkedan) pada lereng yang terjal.
• Segera menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah melalui retakan.
• Jangan melakukan penggalian di bawah lereng terjal.
• Jangan menebang pohon di lereng.
• Jangan membangun rumah di bawah tebing.
• Jangan mendirikan permukiman di tepi lereng yang terjal.
• Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak.
• Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi.
• Jangan mengambil batu dilereng bukit.

Tahapan Mitigasi Bencana Tanah Longsor
Pemetaan
Kajian lingkungan untuk dapat memberikan informasi tentang tingkat kerawanan bencana alam geologi di suatu wilayah, sebagai masukan kepada masyarakat dan atau pemerintah kabupaten/kota dan provinsi sebagai data dasar untuk melakukan pembangunan wilayah agar terhindar dari bencana atau meminimalisir bahaya bencana alam/longsor.
Pemeriksaan
Melakukan penyelidikan pada saat dan setelah terjadi bencana, sehingga dapat diketahui penyebab dan cara penaggulangannya.
Pemantauan
Pemantauan dilakukan di daerah rawan bencana, pada daerah strategis secara ekonomi dan jasa, agar diketahui secara dini tingkat bahaya, oleh pengguna dan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah tersebut.
Sosialisasi
Memberikan pemahaman kepada Pemerintah Provinsi /Kabupaten /Kota atau Masyarakat umum, tentang bencana alam tanah longsor dan akibat yang ditimbulkannnya. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara antara lain, mengirimkan poster, booklet, dan leaflet atau dapat juga secara langsung kepada masyarakat dan aparat pemerintah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: