Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kecamatan Banyumas

30 Okt

Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kecamatan Banyumas

Banyumas, 08 Oktober 2014

Pendopo Kantor Kec Banyumas

Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas
KLHS merupakan salah satu instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.

UU No. 32 Tahun 2009
Pasal 14
Instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup terdiri dari ?
a. KLHS;
b. Tata ruang;
c. Baku mutu lingkungan hidup;
d. Kriterian baku kerusakan lingkungan hidup;
e. Amdal;
f. UKL-UPL;
g. Perizinan;
h. Instrument ekonomi lingkungan hidup;
i. Peraturan perundang-undangan berbasis lingkungan hidup;
j. Anggaran berbasis lingkungan hidup;
k. Analisa resiko lingkungan hidup;
l. Audit lingkungan hidup, dan
m. Instrument lain sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan ilmu pengetahuan.

KLHS Kec Banyumas (3)
KLHS Proses sistematis untuk mengevaluasi konsekuensi-konsekuensi terhadap lingkungan hidup dari inisiatif usulan kebijakan, rencana, atau program dalam rangka memastikan adanya pertimbangan lingkungan hidup yang tepat dan dilaksanakan pada tahapan sedini/seawal mungkin dari proses pengambilan keputusan KRP selain pertimbangan ekonomi dan sosial.
Merumuskan setiap strategi pembangunan berikut monitoring dan evaluasinya baik dalam konteks kewilayahan maupun sektoral.
Memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam kebijakan, rencana, dan/atau program RDTR Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.

Inti Kajian di Dalam KLHS

  1. Pengkajian pengaruh KRP (Kebijakan Rencana dan Program) terhadap konsisi Liangkungan Hidup sautu wilayah (tata ruang, RTRW, RPJP/RPJM)
  2. Perumusan alternative penyempurnaan KRP.
  3. Rekomendasi perbaikan KRP yang mengintegrasikan prinsip pembanguan berkelanjutan.

KLHS memuat kajian antara lain :

  1. Kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
  2. Perkiraan mengenai dampak dan resiko lingkungan hidup.
  3. Kinerja layanan jasa ekosistem :
    • Hulu-hilir
    • Insentive dan disinsentive
    • PES-Payment Environment Service
  4. Efisien pemanfaatan sumber daya alam.
  5. Tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim
  6. Tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati.

KLHS wajib dilaksanakan terhadap penyusunan atau evaluasi.

  1. Rencana tata ruang wilayah beserta rencana rincinya, RPJP, RPJM Nasional, Propinsi, Kabupaten/kota.
  2. Kebijakan, rencana, dan program yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau resiko lingkungan.

Ketentuan KLSH didalam PP.Penyelenggaraan Penataan Ruang dan PP.Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan.

  • Peraturan Pemerintah No.14/2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
    Pasal. 25,27,33,35.
    …prosedur penataan RTRW nasional, propinsi, kabupaten/kota, dilakukan KLHS.
  • Peraturan Pemerintah No.10/2010 Tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan.
    Pasal 31 dan 46 (ayat 4)
    …apabila usulan perubahan peruntukan berpotensi menimbulkan resiko lingungan, wajib melaksanakan KLHS.

MAKSUD KEGIATAN

  1. Mendokumentasikan secara naratif karakteristik komponen yang terlibat dalam proses pembangunan di wilayah Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.
  2. Menganalisis potensi perkiraan dampak yang akan terjadi terhadap komponen lingkungan (tanah, air, udara, sosial budaya masyarakat dan kesehatan masyarakat) dalam proses pembangunan di wilayah Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.
  3. Untuk mengetahui daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dalam rangka pembangunan di wilayah Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.
  4. Untuk merencanakan strategi dalam proses pembangunan di wilayah Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas guna pencapaian pembangunan berkelanjutan

TUJUAN KEGIATAN

  1. Memberikan informasi secara naratif tentang karakteristik komponen yang terlibat dalam proses pembangunan di wilayah Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas guna mengkaji potensi pengaruh kebijakan, rencana, dan program yang tertuang pada rancangan pembangunan di Kecamatan Banyumas terhadap kondisi lingkungan;
  2. Memberikan arahan hasil analisis potensi perkiraan dampak yang akan terjadi terhadap komponen lingkungan (tanah, air, udara, sosial budaya masyarakat dan kesehatan masyarakat) dalam proses pembangunan di wilayah Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas melalui perumusan pilihan mitigasi dampak dan/atau alternatif KRP;
  3. Ikut menentukan teknis dan strategi konservasi dalam proses pembangunan di wilayah Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas dengan mengintegrasikan ke dalam rumusan KRP RDTR Kecamatan Banyumas.

Sebagai bagian dari masyarakat di Kabupaten Banyumas untuk sedikit memberi masukan berupa :

KLHS Kec Banyumas (8)

  1. Keberadaan lahan untuk sawah dipertahankan
  2. Potensi : Gula organik/semut.
  3. Bangunan bersejarah untuk dipertahankan sebagai cagar budaya.
  4. Jalan dan drainase di sekitar soto gareng untuk diperbaiki.
  5. Alokasi anggaran khusus untuk Kecamatan Banyumas.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: