Binatang Luwak

30 Jul

Banyumas, 30 Juli 2014

Untuk masyarakat di desa seperti desa kami pada umumnya adalah binatang yang tidak mempunyai nilai ekonomis, bahkan sebagai binatang pemangsa unggas/ayam ternak masyarakat dan pemakan komoditi pertanian seperti salak. Hal ini berarti merupakan musuh petani di tempat kami.

Sebagai kader konservasi alam yang perlu banyak belajar dari berbagai pihak terutama pada temen-temen yang telah memahami Binatang Luwak. Setelah saya mencoba melihat dan konsultasi dengan berbagai teman dan para ahli di bidang ini ternyata perlu adanya sosialisasi manfaat Binataang Luwak ini. Sejumlah fakta tentang Binatang Luwak:

Nokturnal : Aktif di malam hari

Arboreal : Pandai memanjat pohon

Karnivora : Pemakan daging

Mamalia : Binatang menyusui

Kanibal : Bisa memangsa anaknya sendiri

Omnivora : Pemakan segala (tanaman dan buah-buahan)

Usia Produktif : 1,5 sampai 15 tahun

Binatang Luwak yang dikenal dengan nama ilmiah paradoxurus hermaphroditus memiliki nilai ekonomis sebagai “mesin” penghasil Kopi Luwak. Selain itu, dagingnya memiliki khasiat menyembuhkan penyakit asma dan hormonnya dapat dipakai sebagai bahan baku pembuatan parfum (civet musk).

Binatang Luwak juga memiliki nilai ekologis sebagai media untuk mempertahankan kelestarian dan keragaman hayati hutan, serta agen permudaan hutan. Sebab, luwak memiliki sistem pencernaan yang sederhana. Karena itu, luwak hanya bisa mencerna jenis pakan yang tidak keras seperti daging dan buah-buahan. Sementara itu, biji-bijian yang keras keluar lagi dari pencernaan sang hewan berupa feses. Itulah kenapa Binatang Luwak hanya mau mengonsumsi buah kopi yang matang dan terbaik.

Dari penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Binatang Luwak sesungguhnya memiliki banyak manfaat. Karena itu, Binatang Luwak harus dilestarikan dengan baik. Untuk media pembelajaran bagi masyarakat untuk menyayangi binatang apapun disekitar kita. Terkadang masyarakat sering menilai secara cepat dimana penilaian binatang buas, pemangsa ternak, perusak tanaman, dll. Hal ini diperlukan adanya pemahaman semua jenis satwa dengan segala manfaat dan fungsinya di alam ini. Tuhan mencipta alam seisinya tidak semata-mata tanpa manfaat bagi kita semua. Keterbatasan pemahaman dan belum dipahaminya makna alam seisinya. Untuk itulah kita diwajibkan mempelajari secara luas.
Semoga dengan kegiatan kami seperti ini, masyarakat sekitar dan temen-temen mulai sedikit memahami arti alam dengan segala manfaatnya. Aamiin.

(dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: