1,3 miliar ton sisa makanan terbuang

21 Mei

Manusia, Makanan dan Bumi

manusia-makanan-bumi

BERSAMA SAMBIL BELAJAR MEMAHAMI DIRI DAN LINGKUNGAN

makan bareng keluarga

Kemampuan bumi dalam menyediakan pangan bagi 7 milyar manusia didalamnya semakin berat, sementara masih banyak manusia membuang makanan dengan enaknya.
Melestarikan lingkungan hidup diantaranya adalah melestarikan pola penyediaan pangan yang sehat dan berkelanjutan.
Berdasarkan statistik yang dilansir FAO, diketahui 1 dari 7 orang di dunia terkena kelaparan, dan lebih dari 20.000 anak berusia dibawah lima tahun meninggal karena lapar.
Padahal sering kita makan sepiring penuh, kadang tidak habis lalu buang ditempat sampah, dikasih pitik (ayam), dilempar ke kolam dll.
Setelah dilakukan penelitian oleh United Nations Food and Agriculture Organization (FAO), terdapat 1,3 miliar ton makanan di dunia yang terbuang sia-sia. (greeners 2013)

LUAR BIASA….coba kalau untuk makan satu desa kira-kira habis berapa hari ya…?

Saya ingat sekali pesan orangtua saya : Nasi yang terakhir itu yang berkah.

Mungkin para pembaca pernah menyaksikan makanan terbuang, karena saat itu dikasih makanan tetapi kondisi masih kenyang sedang menolak tidak bisa, akhirnya tidak habis lalu terbuang. Pemandangan seperti ini juga terjadi pada beberapa seperti rumah makan, warung, atau kantin dll.

Sebagai pembelajaran kita semua kiranya mulai dari diri untuk mengambil makan secukupnya, membeli makanan yang sangat diperlukan, atau ketika kita berlebih makan dengan mengundang tetangga atau saudara sekitar kita.

Bumi yang merupakan salah satu planet yang sangatlah berat untuk mengimbangi kebutuhan penghuninya karena laju pertumbuhan manusia yang diprediksi 2050 akan mencapai 9 miliar orang. Keberadaan ini tentunya ketersediaan makanan sebagai sumber kehidupan manusia pastilah akan menguras bumi dengan mengekslpoitasinya, menguras nutrisi yang ada di bumi ini dengan berbagai cara.
Kondisi tanah yang semakin hari terjadi alih fungsi tentunya lahan untuk peningkatan bahan pakan akan semakin berkurag. Sumber Daya Alam dengan sendirinya juga akan mengalami kerusakan karena kebutuhan manusia. Apalagi tidak diimbangi dengan pola pemanfaatan alam ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Salah satu contoh untuk setiap produksi 1(satu) liter susu dibutuhkan 1000(seribu) liter air. Untuk membuat hamburger dibutuhkan 16000(enam belas ribu) liter makanan yang dimaka ternak sapi.

UBAH PERILAKU dan POLA KONSUMSI UNTUK SELAMATKAN LINGKUNGAN

Indek Perilaku Peduli Lingkungan (IPPL) sebesar 0,57% dari angka mutlak 1. Selain itu 49,3% pemenuhan bahan makanan masih berasal dari impor, dan konsumsi masyarakat untuk produk local hanya 36,4%. Sementara sisa makanan organic yang dikomposkan hanya 2,2% karena selebihnya hanya dijadikan sampah. Perilaku peduli lingkungan, dan perilaku konsumsi masyarakat masih banyak yang belum menunjukan perilaku ramah lingkungan.

makan secukupnya ingat anak cucu…..
(angger madang kudu entong = kalau makan harus habis)

Dari apa yang telah diungkap di atas sejauh mana keterlibatan kita sebagai salah satu penghuni bumi ini melakukan langkah ramah lingkungan. Pemanfaatan lahan yang disesuaikan dengan potensi dan kondisinya. Pengalihfungsian lahan agar menjadikan pemikiran yang mengutamakan kearifan lingkungan agar kelak generasi kita tidak makin sulit dalam menghadapi perkembangan ledakan penduduk yang harus seimbang ketersediaan pangan dan kebutuhan hidup secara ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Menjelang peringatan HARI LINGKUNGAN HIDUP, pada 05 Juni 2014 yang akan datang tentunya lebih banyak masyarakat yang mulai memahaminya. Masalah lingkungan hidup adalah kepentingan semua yang ada di dunia ini, apalagi manusia itu sendiri yang cukup berperan dalam pemafaatan dan kerusakan lingkungan.

Inilah beberapa contoh makanan yang terbuang sia-sia

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


FAO menyatakan bahwa dunia terancam krisis pangan akibat munculnya fenomena perubahan iklim.

(dari berbagai sumber )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: