Batur Candi

20 Sep

BATUR CANDI desa Bulakan Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang

batur candi 5

Situs Batur Candi yang terletak di desa Bulakan Kecamtan Belik Kabupaten Pemalang merupakan sebidang lahan yang masih terjaga kelesatariannya yang luasnya kurang lebih 4 ha.  Sebenarnya luas lahan ini jauh lebih luas daripada keadaan sekarang, karena beberapa hal menjadi berkurang.

Situs Batur Candi yang terletak tepat dipinggir jalan besar ini sangat mudah dijangkau. Kondisi saat ini masih lestari dengan tanaman yang cukup besar  dengan berbagai macam tanaman. Didalam kawasan ini juga terdapat rumpuh bambu dan jenis tales. Kayu Rau yang merupakan salah satu jenis kayu yang cukup besar menjadi identitas di kawasan ini (menurut salah seorang kader dari Pecinta Alam Shabawana Sdr.Junianto)

Juru Pelihara Situs Batur Candi Bapak Dul menuturkan, bahwa Situs Batur Candi ini dahulunya adalah tempat NDELIK (persembunyian) kerabat Mataram Patih Citra Wirya dan Kyai Mpu Brama Kendali yang merupakan cikal bakal/nenek moyang masyarakat desa Bulakan. Tempat ini sampai dengan saat ini sangat berperan penting diwilayah ini seperti ketersediaannya sumber mata air yang mencukupi desa Bulakan dan sekitarnya. Berberapa mitos dan kepercayaan masih dipercaya dan beberapa kejadian kepada mereka yang menyalahgunakan Situs Batur Candi seperti merusak dan melakukan hal-hal yang tidak terpuji di wilayah ini,

batur candi 3

Juru Pelihara Pak Dul sedang memberikan penjelasan tentang Batur Candi

Adapun mata air yang terdapat disekitar Situs Batur Candi adalah :

  1. Tuk Wadonan(Mata Air Wadonan) dijaga oleh Nyai Rantan Sari dipercaya dari wilayah Teluk Penyu
  2. Tuk Siduda (Mata Air Siduda) dijaga oleh Dewi Mas Kuncung dipercaya dari Sokaraja
  3. Tuk Nyai (Mata Air Nyai) dijaga oleh Nyai Ajeng Melati
  4. Tuk Srengseng (Mata Air Srengseng) dijaga oleh Nyai Khotijah Srengseng dipercaya dari Banten.
  5. Juga ada tokoh lain Sekar Wangi.

Kondisi mata air ini sampai sekarang masih terpelihara dengan debit air stabil serta menjadikan masyarakat sekitar tidak kekurangan air.

 KEARIFAN LOKAL sangat berperan penting pada PELESTARIAN ALAM. Dengan kearifan lokal yang terjadi dibeberapa tempat dan begitu juga di Batur Candi desa Bulakan Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang berdampak positif seperti terjaganya kawasan hutan lindung Batur Candi ini. Kepercayaan dan mitos yang ada telah membuat kondisi hutan lindung ditengah desa ini sampai sekarang terpelihara.

Bukan hanya jenis tanamannya yang masih tumbuh subur dengan berbagai macam jenis baik pohon besar maupun semak perdu. Ditempat ini juga terdapat komunitas kera yang cukup banyak dan beberapa satwa burung sekalipun telah berkurang.

batur candi 32

Disamping itu juga adanya pohon yang tumbang dibiarkan lapuk dikawasan hutan ini.

batur candi 6

 Sebagai contoh kejadian yang dialami oleh masyarakat sekitar :

  1. Ada yang mengambil bambu di kawasan Batur Candi dan akhirnya malam ada seekor trenggiling yang medatangi rumahnya. Hal ini membuat yang mengambil bambu tersebut merasakan ada yang aneh yang akhirnya dikembalikan. ( dituturkan oleh Sdr.Junianto salah seroang komunitas Pecinta Alam Shabawana)
  2. Tidak dibolehkan mengambil rumput untuk pakan ternak, dan pernah ada yang berani mengambil setelah diberi peringatan tapi tidak dihiraukan akhirnya ternak mati semua yang diberi pakan dari hasil rumput di Batur Candi.
  3. Karena wilayah ini terletak ditepi jalan besar dan ada salah satu pengendara motor menabrak monyet/kera dari Batur Candi ini tapi dibiarkan tergeletak dijalan dan terjadilah orang tersebut mengalami kecelakaan.
  4. Mandi sumber  tempat mata air sekitar kawasan Batur Candi harus tertutup auratnya.
  5. Tidak boleh mandi dengan sabun warna hijau di tempat mata air sekitar Batur Candi.
  6. Menjaga kebersihan seperti membersihkan situs Batur Candi dan kebersihan lain seperti apabila perempuan tidak boleh dalam keaadaan datang bulan memasuki kawasan ini.

Hal ini dituturkan oleh Juru Pelihara Bapak Dul yang diperkuat oleh beberapa masyarakat sekitar juga oleh Pecinta Alam Shabawana.

Pada kesempatan ini kami ditemani oleh saudara-saudara pecinta alam Shabawana seperti :

  1. Sdr. Latif Mustofa (Ijul) Ketua Shabawana
  2. Sdr. Isa Ansori (tokoh Kader Konservasi Alam)
  3. Sdr. Junianto
  4. Sdr.Dudik
  5. Sdr.Komarudin

batur candi 23

Mereka sebagai bagian garda depan kelestarian alam sekitar cukup perhatian pada peningkatan mutu sumber daya alam dan mutu sumber daya hutan serta mutu sumber daya manusia. Kegitan mereka cukup diakui dibuktikan salah satu kader mereka Sdr.Isa tahun 2012 mendapat penghargaan juara III Propinsi Jawa Tengah lomba Penghijauan Konservasi Alam Wana Lestari kategori Kader Konservasi Alam dan tahun 2013 menjadi juara II Kader Konservasi Alam Jawa Tengah.

 Sebelum melakukan identifikasi keanekaragaman hayati dan satwa kemi minta ijin dengan pemerintah desa Bulakan dan Juru Pelihara Batur Candi Bapak Dul. Hal ini merupakan koordinasi dan peningkatan kerjasama dalam pengelolaan sumber daya alam agar dapat lestari serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Diharap kedepan Batur Candi ini mempunyai perhatian khusus dari dinas terkait agar keberadaanya akan terjaga dan membawa manfaat lebih bagi keseimbangan alam sekitar.

Kami mengucapkan terima kasih kepada pecinta alam Shabawana yang telah ikut berperan dalam memperjuangkan pengakuan dari pemerintah desa Bulakan, agar keberadaan Batur Candi ini diperdeskan sebagai salah satu cagar budaya yang dilindungi. Semoga masyarakat desa Bulakan turut aktif dalam menjaga kondisi wilayah Batur Candi ini. Kedepan Situs Batur Candi ini menjadi cira khas desa Bulakan dan sebagai aset besar untuk kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

(Kusno-Banyumas : Kader Konservasi Alam)

Pemalang, 19 September 2013

  • Terima Kasih Kepada Kebun Raya Baturaden
  • Pemerintah Desa Bulakan Kec.Belik Kabupaten Pemalang
  • Juru Pelihara Batur Candi Bapak Dul
  • Pecinta Alam Shabawana
  • Dan temen-temen yang mendukung kegiatan ini dan yang pasti apa yang ditulis diatas sangat kurang dan banyak yang belum pas, dan saran serta tembahan artiket kami sangat terima kasih apabila pembaca berkenan memberikan keaslian dari cerita yang ada.

//

10 Tanggapan to “Batur Candi”

  1. maul September 20, 2013 pada 6:52 pm #

    manteppppp ….
    Saluttttt saya….

    • maskusno September 21, 2013 pada 12:21 pm #

      Sdr Maul
      terima kasih yaaa…..

    • junianto safi'i September 21, 2013 pada 12:47 pm #

      terimakasih buat Maskusno….
      kami merasa tersanjung..
      sekiranya telah mempublikasikan daerah kami…

      salam lestari….

      • maskusno November 19, 2014 pada 2:01 pm #

        HOKEEEEEEEEEE,,,

  2. handi September 24, 2013 pada 11:11 am #

    ayo wong belik pada mulai nandur nandur lan terus nandur. moga moga Belik kaya jaman mbiyen maning, sugih banyu ora tuku

    • maskusno September 24, 2013 pada 3:19 pm #

      bener kang handi….

  3. Mita Oktober 10, 2013 pada 12:09 am #

    Jaga terus hutan kita

  4. Qomarudin Muhamad Februari 23, 2015 pada 4:26 pm #

    jos gandos

  5. Zaenal Muttaqien Oktober 12, 2015 pada 12:45 am #

    Ijin copy dan share kang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: