GN-KPA

2 Feb

bersama 1

Fasilitasi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di desa Banjarpanepen(Sumpiuh) dan desa Patarangan(Kemranjen) Kabupaten Banyumas yang dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyumas dihadiri oleh SKPD terkait BAPPEDA, Dinpertanbunhut, SDA-BM dan BLH. Pada acara tersebut yang hadir undangan anggota kelompok tani kedua desa juga pemerintah desa setempat, pemerintah kecamatan Sumpiuh dan Kemranjen.

SAMBUTAN-SAMBUTAN :

Bapak Sigit (BLH) Ketua Pelaksana
gn-kpa 5
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatan ketersediaan air di kedua desa (Banjarpanepen dan Petarangan) serta lebih baik keadaan hutan di desa tersebut. Bantuan yang akan diberikan berupa bibit tanaman dan pupuk.
1. Desa Banjarpanepen Kec.Sumpiuh)
2500 batang (durian, pala, pete dan albasia) 7500kg pupuk kandang.
2. Desa Petarangan Kec. Kemranjen
4500 batang (durian, pala, cengkeh dan angsana) 9000kg pupuk kandang.

Bapak Cahyo Sudarmanto (Mewakili Camat)
gn-kpa 4
Didaerah tersebut sedang genjar mengadakan penyelamatan mata air karena pada dekade 5(lima) tahun terakhir ini mengalami penurunan debit mata air. Diharapkan dengan adanya bantuan seperti ini akan meningkatkan kondisi wlayah terutama hutan rakyat lebih baik dan ketersediaan air tercukupi.

Bapak Arif (BLH)
gn-kpa 12
Perilaku kita yang belum bisa melihat keadaan lingkungan yang seharusnya kita jaga bersama. Membuang sampah di sungai seperti kasur, sampah dll. padahal sungai mengalir lintas daerah yang berakibat daerah hilir yang menikmati kiriman sampah dan lumpur hasil erosi dari hulu.
Perilaku
Lingkungan tidak bisa dibatasi oleh wilayah jadi lingkungan tanggung jawab kita semua. Kondisi sepadan sungai yang mengalami penurunan akibat adanya kesadaran masyarakat yang belum memahami fungsinya harus terus disosialisasikan. Tutupan lahan pada umumnya juga mengalami penurunan akibat adanya kebutuhan untuk rumah tinggal dan bangunan lain. Hal ini sebagai tanggung jawab kita untuk meningkatkan peran kita masing-masing agar lingkungan kita tidak terlalu mengalami kerusakan.

Bapak Sumarseno (Bapeda Bms)
gn-kpa 11
Perkembangan penduduk akan memberikan dampak pada lingkungan. Setiap manusia yang lahir memerlukan pangan dan papan sedangkan tempat ruang itu tetap tidak bertambah.
Luas wilayah Banyumas :
-Luas wilayah : 132.759 ha
-Sawah : 32.326 ha (24,35%)
-Lahan kering : 17.668 ha (13.31%)

Bpk.Kresnawan (SDA-BM)
SDA-BM
Sumber air itu harus diatur karena air sudah mempunyai banyak kepentingan bukan hanya untuk pertanian sawah saja. Maka diperlukan beberapa faktor :
1. Tersedianya sumber air
2. Sarana dan prasarana
3. Pengelolaannya
Keterlibatan masyarakat yang sinergi dengan pemerintah dalam pengelolaan air. PP 20/2006 tentang irigasi yang kewenangan P3A mempunyai kewenangan penuh dengan fasilitasi pemerintah.
Pengelolaan sumber air sangat penting dan merupakan kewajiban kita dalam mengelola air.
Sepadan sungai juga ada aturannya karena daerah aliran sungai sangat penting dalam mengevaluasi kerusakan aliran sungai dan aliran sungai. Penggunaan sepadan sungai masyarakat harus berperan aktif, sepadan sungai tidak diperuntukan untuk bangunan dan kegiatan lain.UU No.7/2004 tentang sumber daya air dan PP.20/2006.

Bpk.Didi Rudwianto (Ka BLH Bms)
gn-kpa 8
Gerakan Penyelamatan Air merupakan hal penting bagi kita, kedepan permasalah air menjadi perebutan yang akan berakibat kekurangan air yang bisa menjadi perang. 3 hal yang akan menumbulkan perang :
1. Sumber Daya Air
2. Pangan
3. Energi
Ketiga hal ini kita harus bersama memperjuangkan agar tetap tersedia dengan cara ketahanan air, pangan dan energi.
Apakah nanti kita kekurangan oksigen ? bisa jadi nanti kita hidup dengan menggendong tabung oksigen karena sudah tidak ada tanaman yang memproduksi oksigen. Rasa syukur kita harus menjaga amanah untuk menjaga alam ini yang telah tercipta seimbang.
Banyumas 56 % (72ha) tutupan lahan dari 132.759 ha dan mendapat penghargaan Reksaniyata dari Wakil Presiden pada tahun 2012.

Bapak Yusuf (Dispertanbunhut Banyumas)
KANG YUSUF
Kegiatan rehabilitasi lahan yang dilakukan melalui alokasi dan pemerintah daerah, perusahan dan swadaya masyarakat. Dalam kehutanan jenis tanaman yang dilakukan 70% jenis kayu dan maks 30% MTS (tanaman serba guna/buah dan kayu). Pembuatan sipil teknis dan beberapa jenis kegiatan seperti kebun bibit rakyat.

Kusno (Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat)
maskus 4
Kegiatan ini akan tercapai apabila pemberdayaan masyarakat terus ditingkatkan. Kemakmuran masyarakat akan lebih memperhatikan lingkungan. Hutan rakyat yang terus ditingkatkan akan menciptakan potensi alam yang berakibat ketersediaan air dan peningkatan ekonomi. Proses seperti ini kekuatan kelompok tani dan lembaga kemasyarakat harus kuat dan perlu pembinaan dari pemerintah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Liflet GN-KPA 1
Liflet GN-KPA 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: