MasKusno

BANYUMAS

Penyuluh Kehutanan SWADAYA Masyarakat dan Penyuluh Kehutanan SWASTA

Purwokerto, 26 Juni 2014

Kondisi Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM)Kusno-Banyumas dan Penyuluh Kehutanan Swasta (PKS) Sdr.Kuswoyo ada harapan untuk saling mengisi bersama.
Ini diungkap pada pertemuan di Purwokerto semalem selama dua jam sejak jam 18.00-20.30 wib. bersama PUSLUH DEPHUT (Pak Victor Winarto dan Pak Hendrik)

Penyuluh Kehutanan-PUSLUH Dephut RI

Saya sebagai PKSM tidak akan berarti ketika apa yang dilakukan tidak diterima oleh masyarakat dan dorongan dari instansi terkait. Kesulitan untuk memberikan materi dengan cara lama untuk kondisi sekarang tidaklah mudah.
Dukungan untuk memberikan sarana penunjang mutlak diperlukan. Hal ini terungkap pada komunikasi bersama Penyuluh Kehutanan Swasta(Kuswoyo) bersama PUSLUH (Pak Hendrik dan Pak Victor).

Undang-Undang No.16 Tahun 2006, Psl.32 ayat 2 yang berbunyi ”Sumber pembiayaan untuk penyuluhan disediakan melalui APBN, APBD baik propinsi maupun kabupaten/kota, baik secara sektroral maupun lintas sektoral, maupun sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat. Dan ayat (5) yang berbunyi ”Dalam hal penyuluhan yang diselenggarakan oleh penyuluh swasta dan penyuluh swadaya pembiayaannya dapat dibantu oleh pemerintah dan pemerintah daerah”

Semoga hal tersebut diatas hanylah obrolan yang tak berarti dari penyuluh swadaya yang berusaha untuk menjiwai dan melakukan penyuluhan sebagai kewajiban moral untuk diri sendiri, keluarga, saudara kita dan alam sebagai tugas utama.
Bersama PUSLUH Dephut RI

3 Komentar »

Tim Nas Lomba KMDM SDN 1 Keniten

SDN 1 Keniten KMDM Nas 5
Tanggal 28 Juni 2013 SDN 1 Keniten masuk pada penilaian Lomba PKA Wana Lestari Tingkat Nasional. Dengan semangat melakukan kegiatan yang terkaitan dengan Kecil Menanam Dewasa Memanen/Menuai (KMDM) baik siswa ataupun dewan Guru, serta para pendamping juga dukungan dari orangtua siswa, pemeritah desa Keniten, Camat Kedungbanteng, Unit Pendidikan Kecamatan, Bappeluh Kab Banyumas, serta Instansi terkait.
KMDM 11
Kegiatan persemaian, penanaman, sosialisasi, proses menyambung bibit tanaman, penanganan limbah sampah di sekolah, pembuatan biopori, perikanan, pemanfaatan limbah plastik untuk kerajinan serta pembuatan pupuk organik menjadi hal yang dilakukan bahkan siswa sangat aktif dan cukup trampil.
Kegiatan ini menghasilkan SDN 1 Keniten menjadi Wakil Propinsi Jawa Tengan pada Lomba PKA Wana Lestari Kategori KMDM 2013.
KMDM 7
Sambutan Camat Kedungbanteng Bpk.Drs.Purjito selaku tuan rumah.
SDN 1 Keniten KMDM Nas 7
Sambutan Bupati Banyumas yag dwakilkan Asisten Bid Pembangunan.
SDN 1 Keniten KMDM Nas 6
Sambutan Tim Penilai Lomba PKA Bidang KMDM Tingkat Nasional
SDN 1 Keniten KMDM Nas 12
Penyampaian Paparan Kegitan KMDM oleh Kepala SDN 1 Keniten Ibu Hanani
Dalam kegiatan penilaian tingkat nasional ini, para penilai disuguhkan kesenian kentongan oleh siswa siswi SDN 1 Keniten
KMDM 3
Saya sebagai salah satu pendamping dalam hal ini sebagai Penyuluh Kehutanan Swadaya sedikit memberikan kemampuan, karena peran PKSM dalam KMDM harus melibatkan dalam kegiatan pelaksanaan KMDM ini.
KMDM 10
Dokumen Foto Kegiatan Penilaian Lomba KMDM SDN 1 Keniten Tingkat Nasional

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


S Merdeka 14-1-2013<a RADAR 14-1-2013
HarianBms

Tinggalkan komentar »

Hutan Lindung Diluar Kawasan

balai desa kemawi
Pembinaan Kelompok Tani SEKAR MURNI
Sosialisasi Penanganan Kawasan Hutan Lindung Diluar Kawasan Hutan
Desa Kemawai Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Pembinaan yang diselenggarakan oleh BLH Propinsi Jawa Tengah pada hari Rabu, 16 Januari 2013.

Program kegiatan yang dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Tengah ini merupakan rangkaian kegiatan untuk meningkatkan pembanguan penanganan kawasan lahan kritis. Desa Kemawi Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas yang mendapat alokasi karena dalam pengajuan proposal dan setelah diverifikasi kebenaran pengajuan ternyata disetujui dan ditindaklanjuti.
Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Balai Desa Kemawi ini yang dihadiri :
1.Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Tengah
2.Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas
3.Camat Kecamatan Somagede (diwakilkan Sekcam)
4.Kepala Desa Kemawai
5.Kelompok Tani Sekar Murni dan anggotanya

Sambutan Sekcam Kecamatan Somagede
sekcam
Menyampaikan ucapan terima kasih atas progam yang diselenggarakan di desa Kemawi yang diharapkan dapat meningkatkan mutu sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai penerima program diharapkan masyarakat khususnya kelompok tani Sekar Murni dapat melaksanakan dengan baik sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Sambutan Bapak Prasojo (BLH Propinsi Jawa Tengah)
pak prasojo
Program penangan perbaikan lingkungan hutan lindung diluar kawasan hutan diharapkan dapat memberikan manfaat untuk mengurangi lahan kritis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bentuk bantuan program ini adalah bibit tanaman, sipil teknis, dan insentif berupa ternak kambing.

Narasumber 1
pak wisnu
Sambutan Bapak Wisnu Jatmiko (BLH Kabupaten Banyumas)
Lingkungan yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap umat yang harus kita jaga jangan sampai rusak. Adapun lingkungan yang baik adalah lingkungan yang tidak tercemar/terkontaminasi, alam hijau royo-royo, masyarakat tidak buang air di sungai, bangunan tertata dan masih banyak lagi yang perlu diperhatikan untuk menjaga alam ini. Perencanaan pembangunan sangat penting agar nantinya keseimbangan alam ini tetap terjaga dan lebih baik.

Narasumber 2
kusno
Kusno (Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat/Kader Konservasi Alam)
Mengambil topik utama MALU TIDAK MENANAM TANAMAN, dimana sosialisasi hutan lindung diluar kawasan hutan sebagai program yang sangat baik apabila dukungan masyarakat dan pemerintah desa turut memberikan kebijakan. Hal ini akan berdampak luas pada lahan kritis yang sangat memerlukan penghijauan guna memenuhi kebutuhan seperti air, menjaga keseburuan lahan, mengurangi erosi, mencegah bahaya longsor dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan ini diberikan kepada anggota yang telah menanam tanaman paling banyak berupa lencana BANYAK POHON BANYAK REJEKI. Bentuk ini sebagai motivasi bagi masyarakat sekaligus sebagai bentuk dukungan moral bagi mereka yang telah melakukan kebaikan untuk mereka. Karena menanam merupakan kebutuhan kita dalam kehidupan ini. Banyak sekali manfaat dari tanaman seperti oksigen, air, hijau pakan ternak, buah, kayu, kebutuhan satwa, dan pencegah erosi atau longsor.
lencana
Motivasi lain kami memberikan biji trembesi sekitar 2(dua) kg sebagai bentuk nyata dalam pergerakan menanam dan dukungan kepada alam, bahwa alam ini adalah tanggung jawab kita untuk tetap lestari. Menanam tidak terbatas pada usia dan jabatan, menanam adalah amanah untuk menjaga keseimbangan alam ini.
trembesi
Untuk memperjelas kawasan hutan lindung yang menjadi lokasi kegiatan harus ditetapkan secara musyawarah dan tetap sasaran pada lahan kritis yang ada di desa Kemawi.
Lifltet Kemawi
Pada kesempatan ini Penyuluh Kehutanan Kecamatan Somagede Bapak Datim mengutarakan teknis persemaian dan alokasi jenis tanaman yang sesuai dengan lahan yang ada di desa Kemawi serta lokasi kegiatan penanaman di kawasan lahan kritis. Hal ini agar tidak timbul salah pemilihan jenis tanaman dan tempat lokasi penanaman.
PKL Datim
Setelah melakukan musyawarah jenis bibit yang dibutuhkan oleh kelompok tani Sekar Murni disepakati :
BIBIT TANAMAN :
1. Bibit Pala 50%
2. Bibit Durian 25%
3. Bibit Pete 15%
4. Bibit Karet 10%
BENTUK BANGUNAN SIPIL TEKNIS
Sumur resapan yang akan dibuat di tempat umum seperti sekolah, masjid, atau balai pertemuan.
Insentif
TERNAK KAMBING 20 Ekor
peserta

5 Komentar »

Pelatihan Penyuluh Swadaya

Kiprah penyuluh swadaya sangat dibutuhkan pada kegiatan peningkatan mutu sumber daya alam dan mutu sumber daya manusia. Kegiatan yang lakukan oleh Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluh Propinsi Jawa Tengah di Baturaden 8-10 Oktober 2012 merupakan langkah nyata pada pembinaan calon penyuluh swadaya. Kegiatan ini diikuti generasi muda sebanyak 25 orang yang dihadiri dari berbagai daerah.
Sebagai Penyuluh Swadaya Kehutanan saya diberi kesempatan untuk memotivasi pada bidang pemberdayaan PKSM ( Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat).

Kegiatan Diikuti oleh :
1. Defi Setyawati (Jeruklegi Wetan-Cilacap)
2. Utfi Utam (Singasari-Bms)
3. Yuliatun (Sambirata-Bms)
4. Nurul Qomriyah (Singasari-Bms)
5. Tri Listriana (Sokawera-Bms)
6. Veni Dian S (Sokawera-Bms)
7. Indayatul Munawaroh (Sambirata-Bms)
8. Muhammad Rifa'i (Sokawera-Bms)
9. Ahmad Arif (Salem-Brebes )
10.Fendry Slamet N (Argopeni-Ayah-Kebumen)
11.Wisnu Purboyo Aji (Argopeni-Ayah-Kebumen)
12.Eko Setiawan (Demangsari-Kebumen)
13.Casrono (Winduarsi-Selem-Brebes)
14.Mus'ab Faesal Soleh (Ketenger-Bms)
15.Eva Fitriana Nur (Sokawera-Bms)
16.Budi Setiawan (Bulupayung-Patimuan)
17.Mita Anggreyani (Ketenger-Bms)
18.Jacky Kurniawan (Argopeni-Ayah-Kebumen)
19.Anisa Mesisaroh (Bobokan )
20.Aliyatul Machmudah (Singasari-Bms)
21.Primansyah (Salem-Brebes)
22.Sukur Aditiya (Bobokan )
23.Taufik Afandi (Karangdamar-Ayah-Kebumen)
24.Windo Agustiar (Banjaran-Salem-Brebes)
25.Risqi Fatya (Mentasan-Kawunganten-Cilacap)

Pada motivasi yang kami sampaikan cukup mendapat perhatian dari para peserta dan secara umum mereka ingin banyak belajar pada pola pemberdayaan masyarakat yang lebih baik sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Penyelenggara juga merasa senang dengan pembekalan yang diberikan kepada para peserta sebagai generasi penerus penyuluh swadaya masyarakat yang akan langsung berhadapan dengan probleman peningkatan pemberdayaan masyarakat menuju kelestarian alam dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Penyuluh Swadaya merupakan peran serta masyarakat secara pribadi, kelompok yang mempunyai peran pada kegiatan penyuluhan yang tergerak pada peningkatan mutu sumber daya alam dan perubahan sikap perilaku pada kegiatan kehutanan dan pertanian secara luas. Pada acara seperti ini diharapkan akan tumbuh rasa cinta pada alam ini sehingga terwujud kelestarian alam yang simbang.
Peran serta pemerintah kabupaten/kota, propinsi dan nasional harus memberi fasilitas agar kegiatan ini dapat berjalan (UU No.26 Tahun 2006).

Tinggalkan komentar »

Lokakarya Pengembangan Penyululuh Kehutanan

Lokaarya Pengembangan Penyuluh Kehutanan Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2012
dengan tema
“Tingkatkan Peran Penyuluh Kehutanan Dalam Peningkatan Kegiatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat”

Pelaksana Kegiatan
Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluh Propinsi Jawa Tengah
dan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan (PUSPITEK)
KEMENTERIAN KEHUTANAN RI
“Gelar Teknologi-Sinergitas Peneliti dan Penyuluh Kehutanan Untuk Peningkatan Kegiatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat”

Semarang 2-4 Oktober 2012

MATERI-MATERI YANG DISAJIKAN :
1. Gelar Teknologi
2. Pemaparan Hasil LITBANG KEHUTANAN
3. Hasil Kayu dan Hasil Bukan Kayu Sebagai Insentif Pengembangan Hutan Rakyat Sengon
4. Penatausahaan Pemasaran Kayu Rakyat
5. Menaksir Volume Pohon Berdiri dengan Pita Volume Budiman
6. Peran Hutan Rakyat dalam Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Kehutanan
7. Budidaya dan Teknologi Bioinduksi Produksi Gaharu
8. Budidaya Mambu
9. Teknik Membuat Bibit Bambu Dari Stek Batang dan Analisa Biaya
10. Kebijakan Pengembangan SDM dan Penyuluh Kehutanan
11.Organisasi, Koordinasi dan Tata Hubungan Penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan
12.Materi, Programa dan Dukungan Para Pihak dalam Pengembangan Penyuluhan Kehutanan
13.Kebutuhan Penyluh Kehutanan dalam Kegiatan Pengembangan Kehutanan
14.Perencanaan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Kehutanan
15.Pembiayaan, Sistem Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Penyuluhan Kehutanan
16.Diskusi : Kelembagaan, Penyelenggaraan Penyuluhan, SDM, Sarana Prasarana, Pembiayaan
17.Perumusan dan Rencana Tindak Lanjut.

Panitia Penyelenggara Lokakarya
Ir.Sugeng Riyanto, M.Sc (Kepala SetBakorluh Jateng) Penanggung Jawab
Ir.Sumiyarso, MP (Kabid Pengembangan SDM) Ketua
Drh.Harjuli Hatmono, M.Si (Kabid Kelembagaan) Wakil Ketua
Rochmie Rochiem, SH, MH (Kabag Tata Usaha) Sekretaris
Ir.Eko Pratomo, MM (Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan) Seksi Acara
Mulyono, SE (Staff Keuangan) Seksi Acara
Sumardi, SH (Bend APBN Hut) Seksi Acara
Nuraini F (Staff Pengelola APBN Hut) Seksi Acara
Aldise K ( Staf Keuangan ) Seksi Acara
Sulistyowati, S.Sos (Staff Keuangan) Seksi Acara
Lewi, SP (Staff Penyelenggaraan Penyuluhan) Seksi Acara
Dra.Retnaningdyah, M,Si (Kasubag Umum dan Kepegawaian) Seksi Transportasi
Siwi Ardiani (Staff Umum dan Kepegawaian) Seksi Transportasi
Supriyono, S.Pt (Kasubid Pengembangan Materi dan Kemitraan) Seksi Dekorasi, dokumentasi
Yudi Iswanto, S.Hut (Penyluh) Seksi Dekorasi, dokumentasi
Ir.Nurhayati, M.Si (Kasubid Programa dan Pengembangan Metode) Seksi Perlengkapan
Mugiyana, S,Hut (Penyuluh) Seksi Perlengkapan
Susilo Margono, S.Hut (Penyluh) Konsumsi dan Akomodasi
Titik Nawang P (Staff Penyelenggaraan Penyuluhan) Konsumsi dan Akomodasi

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan komentar »

Situs Pesan Moral Nenek Moyang

SITUS & TEMPAT KERAMAT
PESAN MORAL NENEK MOYANG KITA
DALAM MELESTARIKAN ALAM

Menelusuri sebuah peninggalan, situs, tempat yang dikeramatkan dan tempat bersejarah lainnya merupakan perjalanan menarik bila kita lakukan. Keberadaan tempat-tempat tersebut merupakan ekosistem terjaga dan dilindungan oleh tokoh masyarakat atau pihak instansi terkait. Merupakan hal yang menakjubkan dan perlu dikaji keberadaanya oleh kita sebagai pewaris nenek moyang kita yang berpandangan jauh kedepan akan kelestarian budaya dan aneka ragam tumbuhan/pohon.
Adanya larangan (ora ilok=jawa) untuk menebang pohon di kawasan situs atau tempat yang dikeramatkan merupakan rambu-rambu pesan nenek moyang yang tidak tertulis tapi cukup efektif menjadi pegangan masyarakat sekitar. Kekuatan pesan yang memberikan arti bahwa pentingnya menjaga keberadaan pohon yang sangat berguna dan bermanfaat bagi kehidupan kita.
Adanya kebijakan pemerintah dalam menggerakan program menanam satu pohon setiap orang harus kita dukung dan dilaksanakan guna mengembalikan hijaunya bumi pertiwi, bumi nusantara yang terkenal akan rimbanya. Hamparan hutan belantara yang mulai terkikis karena meningkatnya kebutuhan manusia baik lahan, jenis tanaman lain dan kebutuhan kayu merupakan hal yang perlu kita waspadai akan kelangsungan lestarinya hutan kita tercinta.
Kita melihat beberapa tempat yang masih utuh sebagai ekosistem yang dibangun oleh nenek moyang kita dan tetap lestari hingga saat ini.

Situs Baturagung


Lokasi Desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng Banyumas merupakan salah satu cagar budaya yang berada di tengah desa seluas 3400m3, sangat terjaga dan terpelihara. Beraneka ragam jenis tanaman langka yang sudah tua. Hal ini membuktikan bahwa model kelestarian akan alam yang dibuat oleh nenek moyang sangat berhasil hingga saat ini. Padahal menurut penelitian merupakan peninggalan pra sejarah.

Batur Golek

Merupakan situs yang dahulunya merupakan cikal bakal orang pertama yang mendiami daerah ini yaitu gerumbul Windusari desa Kalisalak Kecamatan Kedungbanteng Kab.Banyumas. pohon yang terdapat disini tidak ada yang berani menebang. Ada rambu-rambu yang secara turun temurun dipercaya oleh masyarakat sekitar. Sebagai penyuluh kehutanan swadaya terus menggali dan mempotensikan berbagai hal yang menuju kelestarian hutan, baik di dalam kawasan maupun diluar kawasan hutan negara.

Situs Batur Bedil

Keberadaannya di dalam kawasan hutan Negara di pangkuan LMDH Sido Makmur desa Windujaya Kec.Kedungbanteng Kab.Banyumas. Merupakan tempat yang dianggap mempunyai nilai sejarah dan diyakini oleh masyarakat sekitar harus dijaga keutuhannya. Ini menandakan bahwa keutuhan suatu ekosistem yang dibangun oleh pendahulu kita perlu kita lestarikan. Karena berdampak positif dalam meningkatankan nilai budaya atau aneka ragam hayati yang ada di kawasan tersebut.

Ketika kita memahami dan menghayati ketiga contoh tersebut di atas, ada kesimpulan yang patut kita tiru. Melestarikan aneka ragam jenis tumbuhan dan jangan menebang pohon. Berbagai hal dapat dipetik untuk kita sampaikan kepada generasi berikut, agar menanam itu penting tanpa melihat apapun jenisnya, juga menjaga agar pohon tetap tumbuh subur.

Banyak yang kita lihat di setiap daerah yang mempunyai tempat-tempat yang punya sejarah biasanya ada pohon tumbuh subur tanpa diganggu oleh masyarakat sekitar. Yang menjadi pertanyaan, apakah bumi ini akan dijadikan tempat yang dikeramatkan agar orang tidak mudah menebang pohon ?.
Pendidikan sejak dini untuk menjadikan bahwa menanam adalah penting adalah tugas kita sebagai generasi yang telah memahami arti sebuah pohon. Pendalaman pihak-pihak terkait atau yang telah menata hati dalam memahami kewajiban kita sebagai umat manusia dalam menyelamatkan bumi ini demi anak cucu. Kita terus berpacu untuk menanam, menjaga dan melestarikan aneka ragam hayati. Ketika saat ini tidak pernah mencoba untuk mengerti hal ini, bisa jadi anak cucu kita tidak pernah mengerti satu pohon pun, bahkan tidak pernah minum air jernih dari mata air yang dihasilkan dari alam.

Penulis masih berkeyakinan bahwa masih ada yang belum pernah sekalipun menanam satu pohonpun. Kita hanya bisa berdoa agar mereka diberi petunjuk untuk saat ini mulai melakukan gerakan tanam. Atau bisa saja yang selama ini berteriak ayo menanam, itu hanya teriakan saja. Dengan rasa hormat dan penuh harapan manusia di bumi pertiwi ini telah melakukan penanaman. Ini dalah harapan kita sebagai warga yang bijak bukan hanya taat membayar pajak, tetapi juga turut serta pada tanah kita berpijak jangan sampai alam ini dirusak.

Sadar atau tidak kita mulai terkikis akan kewajiban kita sebagai umat yang semestinya mempunyai amanah untuk menjaga alam ini belum bisa membuktikannya.
Gerakan menanam yang dicanangkan pemerintah “one man one tree” tahun 2009 faktor keberhasilan terukur dari alokasi tanaman yang telah direaliasikan secara nyata oleh setiap warga negara yang baik. Pada tahun 2010 ini sebagai gerakan OBIT yang berarti setiap warga menanam minimal 5 (lima) pohon.
Setiap manusia Indonesia menanam 5(lima) pohon yang dibeli atau menyemai biji, bukan bibit pohon dari pemberian pemerintah. Kita menyisihkan hasil pendapatan kita untuk melakukan penanaman. Kalau harga satu pohon seribu rupiah, berarti hanya lima ribu rupiah akan turut mensukseskan kembalinya HIJAU INDONESIAKU.

Ini juga contoh lain, sebuah makam ditengah sawah dimana tertanam pepohonan. Dan hal membuktikan secara naluri masyarakat bahwa tanaman di sekitar tempat bersejarah atau dikeramatkan seakan suatu hal yang harus ada. Sikap seperti ini merupakan tauladan baik kita dan untuk semua tanpa memberdakan keberadaannya. Menanam adalah penting dan kewajiban bagi umat manusia.

Ketika sering terdengar suara lantang menggelorakan mengajak untuk menanam, apakah bisa dibuktikan setiap masyarakat telah melakukan ?
Kita harus melihat balik pada diri masing-masing dan sadar akan kebutuhan kita akan oksigen, air, udara segar, tempat berteduh, dan masih banyak manfaatnya dari sebuah gerakan tanam pohon. Merupakan kebutuhan pokok umat manusia. Bukan membayar yang dinilai dengan uang, tetapi lakukan menanam sendiri. Betapa indahnya kebersamaan pada pola perilaku bukan menyuruh tetapi melakukan. Bukan membayar tetapi melakukan, bukan berteriak tetapi tutup mulut dan melakukan penanaman dimana kita berpijak.

Kembali kepada pesan-pesan moral nenek moyang kita, para pendahulu kita, dimana pada setiap halaman kantor pendopo “alun-alun” terdapat pohon beringin, pohon pakar/trembesi, dan jenis pohon yang tumbuh rindang sering kita jumpai disana. Pemandangan ini merupakan contoh sebuah budaya yang perlu kita ikuti, bukan hanya di halaman kantor penting tetapi di halaman rumah kita atau pekarangan, kita tanam dengan jenis tanaman yang kita sukai, kita cintai sebagai symbol pribadi pemilik rumah.
Disana pastikan akan hadir burung-burung yang bebas terbang diantara ranting dan dahan. Bukan terbalik tak ada pohon disekitar rumah kita, tetapi yang ada burung-burung di dalam sangkar. Biarkan burung bebas merdeka di alam sekitar kita.
Sungguh indahnya… alam ini ketika pemahaman alam yang tertanam sejak dini, dicontohkan oleh perilaku orangtua, para pemimpin kita, para tokoh masyarakat, tokoh agama dan cendekiawan atau ahli pikir untuk bersama kibarkan daun hijau setiap saat tanpa dikomando oleh kita, tetapi kibasan riang memberikan sebuah arti hidup dan kehidupan buat kita semua.

Akhirnya….tercipta sebuah kedamaian seperti tergambar pada pesan moral nenek moyang pada berbagai peninggalan sejarah yang masih terdapat di sekitar kita, pada sejarah yang tercatat pada dokumen bahwa kesuburan alam di bumi pertiwi bukan hanya cerita yang dirindukan, tetapi kita mencoba mengembalikan nuansa alam mendekati cerita-cerita akan kekayaan aneka hayati.

Kusno PKSM Banyumas

Tinggalkan komentar »

Deklarasi Penerima Penghargaan Lomba PKA 2009

Saya sebagai PKSM turut serta pada perumusan DEKLARASI PENERIMA PENGHARGAAN LOMBA PENGHIJAUAN DAN KONSERVASI ALAM TAHUN 2009.

    DEKLARASI
    PENERIMA PENGHARGAAN
    LOMBA PENGHIJAUAN DAN KONSERVASI ALAM TAHUN 2009

    KAMI PARA PENERIMA PENGHARGAAN LOMBA PENGHIJAUAN DAN KONSERVASI ALAM TAHUN 2009, MENDEKLARASIKAN HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT :

1. Bertekad mendukung dan mensukseskan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan dengan menjaga kelestarian sumberdaya alam dan ekosistemnya serta berupaya lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat didalam dan sekitar kawasan hutan dengan dilandasi semangat pengabdian, kerja keras, dan keikhlasan melalui penyuluhan, pembinaan, fasilitasi, dan pendampingan masyarakat.
2. Meningkatkan kerjasama para pihak baik unsur pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, LSM maupun unsur masyarakat, dalam menjaga dan mengamankan kelestarian sumberdaya hutan dan lingkungan dari segala pengrusakan seperti illegal logging, kebakaran hutan dan lahan, penyerobotan lahan hutan, penangkapan dan perdagangan illegal flora dan fauna yang dilindungi undang-undang.
3. Membina dan mempersiapkan generasi muda melalui upaya menumbuhkembangkan rasa cinta maupun kepedulian akan pentingnya menjaga kelestarian alam serta lingkungan sekitar melalui proses pendidikan lingkungan, Kecil Menanam Dewasa Memanen ( KMDM ), pembuatan Kebun Bibit Sekolah (KBS), untuk kegiatan tanam menanam pohon melalui basis sekolah, madrasah, kelompok/organisasi pemuda dan rumah ibadah.
4. Memotivasi dan menumbuhkembangkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan gerakan menanam pohon dan penghijauan, melalui gerakan indonesia menanam, aksi penanaman serentak, dan penanaman satu orang satu pohon ( one man one tree ) , dan terus meningkatkan peran masyarakat secara swadaya dan mandiri, menuju terciptanya Indonesia yang hijau.
5. Melakukan upaya pelestarian hutan dan konservasi alam guna menjaga fungsi dan manfaat hutan serta lingkungan yang berdampak positif pada aspek ekologi, sosial, ekonomi dan keanekaragaman hayati.

Jakarta, 18 Agustus 2009.

Atas Nama
PARA PENERIMA PENGHARGAAN LOMBA PENGHIJAUAN DAN KONSERVASI ALAM TAHUN 2009

D. Deklarasi

Majalah KENARI Edisi 1

Tinggalkan komentar »

PKSM Bersama Pramuka

FUNGSI HUTAN & JASA LINGKUNGAN
Disampaikan Pembinaan Pramuka
SMK Diponegoro Kedungbanteng
di Kawasan Hutan Damar Pangkuan LMDH Madyo Laras
Di Desa Kalisalak (Windusari)
27 Maret 2010
Oleh : KUSNO (PKSM) BANYUMAS

Hutan di kawasan lereng Gunung Slamet Barat ( GSB )sebagai daerah resapan air terutama di wilayah Banyumas harus kita jaga bersama. Siapa yang harus menjaga ? Masih banyak yang beranggapan bahwa yang harus menjaga adalah Perhutani. Pemahaman tentang hal ini cukup dipertanyaan semua pihak. Kalau saja masyarakat secara umum mengetahui akan kewajiban setiap umat manusia harus menjaga alam ini sebagai pengembang amanah dari Alloh Swt. pasti keseimbangan alam ini terjaga dengan baik.
Sebagai siswa mempunyai kewajiban diantaranya ;
1. Tidak merusak alam/pepohonan baik itu melukai, mencabut, menebang, dan sejenisnya yang berakibat rusaknya ekosistem yang ada.
2. Menanam pohon apapun dimulai sejak dini. Bisa dibayangkan kalau pembelian pulsa atau bensin disisihkan untuk membeli bibit tanaman pasti akan mendapatkan pohon yang cukup banyak dan luar biasa bagi pembentukan pribadi yang tangguh.
Yaitu Manusia yang bertaqwa kepada Tuhan YME yang mencintai alam, mencintai sesama, berjiwa patriotisme yang taat, suka menolong, mempunyai ketrampilan khusus yang diperoleh dari penghematan pengeluaran yang tidak penting (tidak boros), yang berarti berjiwa disiplin, biasanya manusia seperti ini bertanggungjawab dengan amanah yang diembannya. Keberhasilan rangkaian perilaku seperti ini membuat jiwa yang sehat, jiwa berhati bersih, jiwa yang berwawasan kebersamaan yang tinggi. Tanpa melihat dimana kita berpijak tetap kita berbudaya perilaku sebagai manusia yang mempunyai keteladanan atas dasar iman dan taqwa.
Ketika kita mendengar sebuah musik suara begitu enaknya didengar bisa dipastikan sumber / sound sistem tersebut mempunyai mesin yang kualitasnya baik. Demikian juga ketika ada suara yang tidak baik bisa jadi sumber suara itu juga kurang baik.

Dua point tersebut kalau dipahami merupakan bagian dari amal perbuatan nyata dan sebagai pendidikan dasar sebagai seorang yang memegang amanah untuk menjaga alam ini. Kalau kita melihat pohon damar disekitar kita ini, dibawahnya tumbuh rumput dan perdu yang hijau, bisa kita membayangkan dan sejauh mana tingkat syukur kita pada karuniaNya. Pasti ada yang bertanya “APA SI GUNANYA?”. Ketika kita bangun pagi merasa udara segar, minum air yang jernis dan sehat, kicau burung bebas, mata segar melihat hijau alam terbentang. Hal ini tidak akan kita alami ketika tidak ada hutan dan pemohonan di sekitar kita.

Kita coba ingat pada Dasa Darma butir ke-2 : Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Ungkapan ini secara jelas gampang dicerna, tetapi untuk mengejawantahkan dengan sikap dan perilaku merupakan hal yang cukup sulit dan perlu kesabaran sejak dini. Kapan kita mengerti cinta alam kalau tidak ada perbuatan perilaku yang mencerminkan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah waktu sesaat saja ketika ada pembinaan dan ulangan di sekolah atau ketika ada pertanyaan saja ?.
Mari kita bersama menjaga alam ini dengan perbuatan dan perilaku sehari-hari dengan jelas dan nyata.

Bagaimana Mungkin Alam Ini Lestari
Kalau Kita Cara Menjaganya Setengah Hati.

Jasa Lingkungan kalimat yang saat ini muncul dan terus berkumandang. Namun tidak sedikit yang tidak mengerti dan bahkan acuh tak acuh apa itu jasa lingkungan. Kita kembalikan kepada pokok pikiran pertama yaitu kewajiban kita sebagai umat manusia sebagai warga negara yang hidup dialam dengan saling membutuhkan antara sesama manusia dan alam ini. Lingkungan kita telah banyak memberikan kita kehidupan seperti udara segar, hijau daun, air dan lainnya. Keberadaan itu semua kita harus menjaga untuk kelangsungan kehidupan ini. Caranya bagaiman, itulah jasa lingkungan mulai terungkap dan terpikirkan oleh kita semua. Apakah kita harus membayar jasa berupa uang atau harta benda yang kita miliki ?.
Ketika kita menanam pohon aren bibitnya harus beli, pohon kelapa juga harus beli, pohon rambutan juga beli, perawatan harus bayar pada tukang yang merawat. Imbal jasa kita telah diberi kehirupan berupa air, oksigen dan lainnya inilah yang harus kita ikut memikirkan. Bagaiman caranya untuk menghijaukan kembali tnah yang kosong, sungai atau mata air yang tadinya besar menjadi kecil bahkan kering. Itu semua harus kita memperkaya tanaman yang dapat menyerap dan menahan air agar tidak cepat mengalir ke daerah yang lebih rendah.
Berarti kita harus membayar ?
Bukan membayar, tetapi bagaimana kita ikut dan merasa berkewajiban akan keberlangsungan alam ini tetap lestari agar tanaman tetap tumbuh dan tidak punah, air tetap mengalir setiap saat, menghidup udara segar tiap hari.
Juga potensi obyek wisata alam yang dapat kita optimalkan secara arif & bijaksana.

Tinggalkan komentar »

PKSM Masuk Istana Negara

Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) pada tahun 2009 diberi kehotmatan mengikuti upacara 17 Agustus 2009. Hal ini karena saya dipercaya mengemban juara II Nasional dan mendapat piagam penghargaan, lencana emas dan uang pembinaan. Sangat terharu ketika sebagai orang desa pinggir hutan bersama Menteri dan Presiden RI.


Berjabat tangan dengan Mentri Kehutanan RI, 18 Agustus 2009 (pagi)


Bersama Presiden RI dan Teman-Teman, 18 Agustus 2009 (siang)


Posisi Saat Upacara 17 Agustus 2009 di Istana Negara

Kenangan yang tak pernah terlupakan dan mengharukan. Bersama para tamu undanga seluruh Indonesia, kami saling berbaur saling berbagi cerita kegiatan dan potensi daerah masing-masing. Banyak yang cerita bahwa di daerah mereka melakukan kegiatan banyak tantangan dan cacimaki, cemooh dari masyarakat. Dengan kehadiran di Istana Negara mengobati perasaan pahit getir dalam kegiatan yang mereka lakukan. Penghargaan yang diperoleh bukan semata-mata tujuan, namun bagian dari sumbangsih pembangunan di daerahnya.
Terkesan ketika bertemu dengan teman dari Irian Jaya Kepala Sekolah SMPN 19 Wosior yang mendapat penghargaan pendidikan yang turut serta penyadaran masyarakat tentang pendidikan di jalanan. Ada juga kepala desa yang menghidupkan kembali 9 mata air di desanya dari Jepara, dan masih banyak cerita yang saya dapat membuat wawasan kebangsaan makin kuat dan terus ingin melakukan kegiatan penyuluhan secara swadaya.

Pada bulan Desember 2009 sebagai PKSM yang mewakili Jawa Tengah (Juara I) mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah di Kabupaten Kebumen.

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CDAQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.penyuluhkehutanan.com%2Fberita_detail.php%3Fid_berita%3D37&ei=0xAeUYLdKM_PrQe8uIFA&usg=AFQjCNEnar1s-w-wCbmAYBVaAzvkarm8fw&sig2=8H5ywhuuHPPywRiHoVSOOQ&bvm=bv.42553238,d.bmk&cad=rja

2 Komentar »

Motivasi PKSM di Hotel C3 Ungaran

SEMARANG 07 MEI 2012

Pengalaman menjadi Penyuluh Kehutanan Swadaya diberi kehormatan menyampaikan pada acara FASILITASI PENGEMBANGAN FORUM KOMUNIKASI KOORDINASI PENYULUH KEHUTANAN SWADAYA MASYARAKAT (PKSM) di Hotel C3 Uangaran pada tanggal 07 Mei 2012.

Keterlibatan awal hanya karena meras betapa pentingnya pemahaman kepada masyarakat desa hutan. Adanya peraturan perundang-undangan yang belum dipahami oleh masyarakat menjadikan adanya komunikasi cukup terhambat disebabkan bahasa yang kurang dimengerti. Pola pendekatan dan pemahaman yang harus disesuikan dengan sumber daya manusia yang ada dan perilaku masyarakat. Pendekatan dari sifatnya perorangan dan terus bertambah menjadi dua, tiga, lima, enam dan tujuh orang yang diteruskan kunjungan rumah mereka. Sebagai teman untuk memperkuat pemahaman kepada masyarakat lebih luas, pola kunjungan rumah menjadikan kekuatan pemahaman tentang fungsi hutan itu sendiri.
Perlu menjadi perhatian bahwa permasalahan yang dihadapi mereka seperti pencurian kayu dan pemanfaatan hasil hutan secara ilegal tidak perlu disampaikan secara langsung. Namun melalui metode pemberdayaan masyarakat dimana setelah disibukan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat nanti sifat perilaku ketergantungan terhadap hutan akan berkurang.
Pemahaman fungsi hutan tersebut juga masuk pada ibu-ibu, ramaja dan anak-anak melalui adat kebiasaan mereka. Kegiatan muslimat menjadi penting dan kepemudaan sebagai bagian penyuluhan. Peningkatan keterampilan ibu-ibu melalui jejaring kerja dengan dinas seperti dinas pendidikan khususnya bidang nonformal, dinas perindustrian dan dinas terkait lainnya.

PKSM Pekerjaan Yang Penuh Rasa Ikhlas
Ketika dihadapkan dengan persoalan keluarga yang membutuhkan kebutuhan rumah tangga seorang PKSM tentunya akan menjadi persoalan tersendiri. Sebagian banyak masyarakat menganggap bahwa PKSM mendapatkan bayaran. Hal ini tidak bisa dijawab apa adanya, karena tidak ada yang percaya. Hanya orang-orang dekat yang bersama dalam kegiatan mengerti kondisi seorang PKSM.
Pada dasarnya kebutuhan manusia ingin mendapatkan harta cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga merupakan hal yang pantas dan wajar. Namun kembali kepada arti rizki yang mengaturNya menjadi pertimbangan bagi saya untuk melakukan penyuluhan secara swadaya. Kembali kepada pandangan masyarakat bahwa seorang penyuluh swadya “mana mungkin mau melakukan hal yang tidak ada bayarannya” menjadi cobaan dalam perjalanan kehidupan kami. Sekalipun ada aturan perundangan yang memberikan angin segar bahwa pembiayaan penyuluhan dapat dibiayai oleh pemerintah kabupaten / kota, propinsi dan pusat. (UU No.16 Tahun 2006).
Saat berpikiran terlalu banyak mengharapkan bantuan pemerintah dalam pembiayaan penyuluhan akan menjadi beban. Memang selama ini wilayah binaan telah mendapatkan bantuan pemerintah diantaranya karena kepercayaan adanya keterlibatan PKSM. Ketika kelompok binaan merasa terbantu menjadi obat perjalanan pembinaan kepada kelompok binaan.

Dalam paparan ini saya mengikutkan anak kami NAUFAL GHANI NURFAIZI yang duduk di kelas V SD. Anak kami ini telah mengikuti saya sejak sebelum TK dan sekaligus menjadi juru kamera dalam kegiatan kami. Dokumen menjadi sangat penting ketika pihak-pihak terkait ingin mengetahui sejauh mana kegiatan yang pernah dilakukan. Dengan sedikit informasi sejak tahun 2000an telah terdokumentasi sekalipun banyak yang tidak didokumentasikan.

PKSM merupakan pekerjaan yang kurang diminati oleh sebagian masyarakat dan cukup sulit untuk membentuk kader-kader PKSM yang bisa meluangkan waktu, tenaga dan sebagian biaya untuk perjalanan. Memperhatikan PKSM banyak yang tercipta di daerah sekitar hutan dan sudah cukup jelas bahwa kondisi ekonomi yang dihadapi sangat berbeda dengan daerah perkotaan.
Melihat kebutuhan penyuluh kehutanan yang sangat kurang dan dibutuhkannya seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Seperti halnya saya yang selama ini penyuluhan dilakukan dengan mengandalkan suara menjadi bosan tanpa adanya visualisasi gambar kegiatan nyata. Sampai dengan saat ini 07 Mei 2012 ingin memiliki seperangkat proyektor saja cukup sulit. Adanya peluang pinjaman dari dinas terkait terkadang ada kendala waktu yang tidak pas ( jadwal pemakaian sering bersamaan ).

Hanya dengan IKHLAS sajalah perjalanan seorang PKSM dapat berjalan terus tanpa mengharapkan dari siapapun hanya kepadaNYA lah bersandar. Insya Alloh kami ingin berbuat sesuai kemampuan dan hanya do’a saja dari masyarakat pecinta hutan lestari agar kami sehat dan diberi rizki.

Dalam pemaparan ini dihadiri Pejabat dari Pusat Bapak SUWIGNYO, Pejabat Bakorluh Jawa Tengah Bapak SUGENG beserta jajarannya, PKSM Se Jawa Tengah, Penyuluh Kehutanan / Bapeluh Kabupaten Se Jawa Tengah, BP DAS, Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Tengah, BKSDA, Komisi Penyuluhan Jawa Tengah.
Suatu pengalaman berharga bisa bersama dengan para pejabat dan penyuluh se Jawa Tengah dan inysa Alloh bermanfaat dan memotivasi buat saya. AMIN.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

1 Komentar »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 625 pengikut lainnya.