MasKusno

BANYUMAS

Pelatihan Menjahit

Keterlibatan peran ibu sangat berarti bagi keluarga menuju kesejahteraan keluarganya. Dalam membantu suami seorang ibu perlu mempunyai ketrampilan sebagai bekal hidup di rumah tangga. Pembinaan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempunyai arti pemberdayaan perempuan.

Ketrampilan menjahit salah satu kegiatan yang setidaknya ketrampilan ini dapat memperbaiki kebutuhan sendiri seperti menyulam pakaian yang sobek, memasang kancing dan membuat perabot rumah tangga yang terbuat dari kain.

 

Kegiatan pelatihan menjahit ibu-ibu dan remaja yang diikuti 10 orang mendapat respon positif. Munculnya industri spring bad dan kebutuhan menjahit di desa menjadi sangat berarti bagi warga masyarakat. Bekal ini menjadi motivasi bagi anak-anaknya untuk lebih meningkatkan belajar ketrampilan khusus sebagai bekal hidupnya kelak.

Peran perempuan dalam rumah tangga sebagai tauladan bagi anak-anaknya cukup mempunyai nilai lebih sebagai bahan acuan anak-anaknya. Kegiatan ini berlangsung selama 3 bulan dan mendapat dukungan dari Sanggar Kegiatan Belajar Purwokerto yang dibimbing oleh Ibu Lili.

This slideshow requires JavaScript.

Ketrampilan ini dilakukan atas kerja sama PKBM Wahana Widya dengan SKB Purwokerto. Program pemberdayaan perempuan menuju peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

 

Ini merupakan kegiatan menjahit kain perca untuk dijadikan kerajinan lain sebagai daur ulang. Bahan dibeli dari pakaian bekas masyarakat kemudian dijahit kembali. Kegiatan pernah dikunjungi dari Dinas Perindustrian Kabupaten Banyumas dan mendapat sambutan positif sekalipun belum ada bantuan perlatan yang diharapkan.

 

Tinggalkan komentar »

Batik (Ibu-Ibu PKK)

Batik sebagai salah satu warisan budaya nenek moyang kita harus kita lestarikan dan terus diperkenalkan kepada generasi penerusnya. Salah satu langkah ini adalah disamping kita memakainya juga mengerti proses pembuatan batik. Batik tidak semudah yang kita bayangkan cara pembuatannya. Untuk hal inilah PKBM WAHANA WIDYA mencoba memberi pelatihan secara swadaya kepada masyarakat dalam hal ini salah satu contohnya pelatihan kepada ibu-ibu PKK desa Baseh.
Pada kesempatan ini kegiatan dihadiri oleh Ibu Tjuntjun dari BAPERMAS Kab.Banyumas, Disperindagkop, Dinas Pariwisata, Ibu Penggerak PKK Kec.Kedungbanteng, Unit Pendidikan Kecamatan, Kepala Desa dan tokoh masyarakat.
Pada kesempatan itu ibu-ibu sangat tertarik adanya pengenalan proses membuat batik.

Kegiatan yang dilaksanakan 15 Desember 2012 ini cukup mendapat perhatian dari masyarakat dan dari media cetak Radar Banyumas ikut memuat pada edisi bulan itu. Dibawah naungan PKBM Wahana Widya yang mencoba darma bakti kepada bangsa ini yang belum ada artinya, namun cukup memberi warna baru pada pola pemberdayaan perempuan.

Adapun tim pelatih adalah Sdr.Andi beserta istri, Karsim, Agus, dan Kusno sebagai koordinator pelatih. Dengan kelompok pelatihan batik Wahana Widya Mandiri ini dapat saling memberi pengalaman cukup berati dalam kehidupan cinta budaya bangsa tercinta ini.

Perhatian pemerintah apabila dapat menindaklanjuti setelah pelatihan dasar ini, tentunya akan lebih bermanfaat kelak bagi masyarakat.

Tinggalkan komentar »

Pemberdayaan Perempuan

Pemberdayaan Perempuan

Peningkatan mutu sumber daya manusia dalam peran serta perempuan sangatlah penting apalagi di daerah pedesaan yang sebagian besar ibu rumah tangga dari keluarga petani, buruh tani, tukang kayu. tukang batu, pedagang, dan usaha kecil. Keberadaan seorang ibu masih cukup waktu untuk membantu suami dalam memenuhui kebutuhan keluarga. Waktu luang inilah dari pemerintah desa hingga pusat sangat memperhatikan dalam upaya peningkatan keterampilannya. Pelatihan menjahit, pelatihan memasah, dan keterampilan lain yang dianggap sesuai dengan potensi wilayah dan kemampuan masyarakat. PELATIHAN MEMASAK Keterlibatan lembaga yang ada di desa, baik PKK, Muslimat, Pendidikan Nonformal, atau yang lainnya sangat berpotensi dalam upaya peningkatan keterampilan ibu-ibu dalam memasak.

Kelompok SRIKANDI

Kelompok Ibu-Ibu yang tergabung dalam kegiatan pemberdayaan perempuan yang berusaha untuk meningkatkan ketrampilan dalam bidang memasak. Siti Aisyah sebagai pendidik atau tutor kegiatan dengan penuh kesabaran membimbing dan mengarahkan agar peran ibu-ibu mampu dan mau meningkatkan keterampilan agar kelak bisa menambah pendapatan keluarganya.
Seiring dengan perkembangan kebutuhan aneka jenis makanan ringan yang digemari masyarakat membuka lapangan baru dalam produksi makanan ringan. Tumbuhna warung-warung di desa serta pertambahan penduduk berdampak kebutuhan makanan makin meningkat. Melalui kegiatan seperti inilah pemerintah bersama masyarakat terus memacu peningkatan ekonomi melalui pendidikan ketrampilan ibu-ibu.

This slideshow requires JavaScript.

Kelompok TELATEN

Kelompok yang dibimbing Ibu Anah di desa Kedungbanteng cukup antusias dalam kegiatan pelatihan ketrampilan memasak dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga. Beberapa praktek pembuatan roti kering, roti basah dan aneka jenis masakah. Hal ini seiring dengan keluarga sejahtera yang didukung dengan kaum ibu membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga dengan memiliki ketrampilan khusus.

Kegiatan ini mendapat perhatian dari anggotanya, terbukti setiap kegiatan selalu penuh dan sangat antusias dalam melakukan kegiatan praktek.

Kelompok HASANAH

Pemberdayaan perempuan juga dilakukan di kelompok HASANAH yang dibimbing oleh Ibu Umjiah, dan tidak jauh dengan kelompok lain. Pada kelompok ini juga membuat aneka jenis roti kering dan basah. Hal ini dipilih karena para ibu-ibu kebutuhan ketrampilan ini cukup diminati disamping untuk kebutuhan sendiri juga bisa untuk usaha sampingan dalam memenuhi pangsa pasar lokal seperti pasar desa.

Progam Usaha Mandiri yang diprioritaskan dari pendidikan nonformal ini cukup diminati dan sebagai salah satu peningkatan mutu sumber daya manusia dalam bidang perekonomian.

Tinggalkan komentar »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 582 pengikut lainnya.